Breaking News
Home » Berita » Hal – Hal Penting dalam Kontrol Penjualan
aspek penting penjualan gtass 2

Hal – Hal Penting dalam Kontrol Penjualan

Hal apa saja yang diperlukan dalam pengawasan atau kontrol penjualan?

Hal yang perlu dilakukan dalam pengawasan atau kontrol penjualan adalah sebagai berikut:

  1. Dokumen penjualan
  2. Plafon dan Term of Payment
  3. Laporan Penjualan

I. Dokumen penjualan

Untuk dapat melakukan pengawasan atau kontrol transaksi penjualan, maka setiap transaksi penjualan harus di dukung oleh dokumen. Hal ini untuk memastikan bahwa transaksi penjualan tersebut adalah sah dan benar. Beberapa dokumen yang digunakan dalam penjualan adalah invoice, kuitansi dan Faktur Pajak

Apa perbedaan antara invoice, kuitansi dan Faktur Pajak?Hal apa saja yang diperlukan dalam pengawasan atau kontrol penjualan?

Hal yang perlu dilakukan dalam pengawasan atau kontrol penjualan adalah sebagai berikut:

  1. Dokumen penjualan
  2. Plafon dan Term of Payment
  3. Laporan Penjualan

I. Dokumen penjualan

Untuk dapat melakukan pengawasan atau kontrol transaksi penjualan, maka setiap transaksi penjualan harus di dukung oleh dokumen. Hal ini untuk memastikan bahwa transaksi penjualan tersebut adalah sah dan benar. Beberapa dokumen yang digunakan dalam penjualan adalah invoice, kuitansi dan Faktur Pajak

Apa perbedaan antara invoice, kuitansi dan Faktur Pajak?

Invoice
Invoice atau faktur penjualan atau bon penjualan adalah bukti terjadinya transaksi penjualan dan digunakan untuk melakukan penagihan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan invoice sebagai berikut:
1. Invoice dibuat dalam 3 atau 4 (empat) lembar, yaitu:

  • Lembar pertama (Original – putih), untuk langganan apabila sudah melakukan pelunasan. Beberapa travel agency menggunakan lembar pertama ini sebagai kuitansi, dimana lembar pertama ini akan di cap lunas dan diberikan kepada langganan apabila sudah lunas.
  • Lembar kedua (kuning) (optional), untuk langganan apabila belum melakukan pelunasan. Lembar ini biasanya diberikan apabila langganan tidak melakukan pelunasan secara kas.
  • Lembar ketiga (biru), diberikan kepada bagian keuangan untuk dilampirkan di bukti penerimaan kas atau bank.
  • Lembar keempat, diberikan kepada bagian akuntansi untuk diarsip urut nomor invoice.

2. Informasi yang tercantum di invoice meliputi antara lain:

  • Nomor Invoice.
  • Tanggal invoice dan Tanggal Jatuh tempo
  • Nama dan alamat pelanggan
  • Perincian Invoice meliputi item dan harga
  • Tanda tangan Staf yang membuat dan menyetujui invoice tersebut

Kuitansi
Kuitansi adalah bukti penerimaan uang. Pada waktu melakukan penagihan menggunakan invoice, dan apabila sudah diterima pelunasan bisa dikeluarkan kuitansi sebagai bukti penerimaan uang. Beberapa travel agency menggunakan invoice sebagai bukti penagihan dan sekaligus sebagai bukti penerimaan uang, yaitu dengan cara memberikan copy invoice kepada langganan pada saat penagihan dan memberikan invoice asli (biasa warna putih) dan dicap lunas pada saat penerimaan uang.

Faktur Pajak
Faktur pajak adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pelaporan pajak. Berdasarkan invoice, dibuatkan faktur pajak untuk menunjukan jumlah PPn (Pajak Penambahan Nilai) yang akan dibayar dari invoice tersebut. Faktur Pajak memiliki nomor Faktur Pajak yang dikeluarkan oleh kantor pajak. Berdasarkan Faktur Pajak ini, setiap bulan dibuatkan Surat Pemberitahuan Masa PPn (SPT Masa PPN) yang menunjukan jumlah PPn yang akan dibayarkan pada bulan tertentu.

II. Plafon (Kredit Limit) dan term of payment (jangka waktu pelunasan)

Untuk penjualan secara kredit, ada 2 (dua) hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu kredit limit (plafon) dan jangka waktu pelunasan. Hal ini untuk melakukan kontrol agar kredit yang diberikan tidak melebihi dari plafon yang diberikan. Demikian juga mengenai jangka waktu penjualan perlu dicantumkan dalam invoice agar invoice dapat ditagih pada saat jatuh tempo.

III. Laporan Penjualan dan profit margin

Berdasarkan invoice, dapat dibuatkan berbagai laporan penjualan, seperti laporan penjualan menurut nomor invoice, langganan, produk, dan lainnya. Laporan ini dapat digunakan untuk analisa dan mengetahui hasil penjualan yang sudah dicapai dalam periode tertentu.

Kontrol transaksi penjualan melalui sistem komputerisasi

Dengan semakin bertambah banyak dan bervariasinya transaksi penjualan, maka kontrol transaksi penjualan menjadi hal yang semakin rumit dan memerlukan staf dan waktu yang banyak. Kontrol penjualan tersebut dilakukan secara manual hampir dapat dikatakan tidak memungkinkan. Travel Agency memerlukan sistem komputerisasi yang baik agar kontrol transaksi penjualan dapat dilakukan dengan mudah dan efisien. Dengan mudah, berarti sistem komputerisasi tersebut mudah dipelajari dan mudah digunakan dengan tidak mengurangi fungsi pengawasan. Dengan efisien berarti sistem komputerisasi tersebut bisa menghasilkan berbagai laporan secara otomatis, sehingga mengurangi waktu untuk membuat berbagai laporan secara manual. GTASS adalah salah satu sistem komputerisasi yang telah banyak digunakan oleh travel agency. Untuk informasi lebih lanjut harap menghubungi GTASS.

Invoice
Invoice atau faktur penjualan atau bon penjualan adalah bukti terjadinya transaksi penjualan dan digunakan untuk melakukan penagihan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan invoice sebagai berikut:
1. Invoice dibuat dalam 3 atau 4 (empat) lembar, yaitu:

  • Lembar pertama (Original – putih), untuk langganan apabila sudah melakukan pelunasan. Beberapa travel agency menggunakan lembar pertama ini sebagai kuitansi, dimana lembar pertama ini akan di cap lunas dan diberikan kepada langganan apabila sudah lunas.
  • Lembar kedua (kuning) (optional), untuk langganan apabila belum melakukan pelunasan. Lembar ini biasanya diberikan apabila langganan tidak melakukan pelunasan secara kas.
  • Lembar ketiga (biru), diberikan kepada bagian keuangan untuk dilampirkan di bukti penerimaan kas atau bank.
  • Lembar keempat, diberikan kepada bagian akuntansi untuk diarsip urut nomor invoice.

2. Informasi yang tercantum di invoice meliputi antara lain:

  • Nomor Invoice.
  • Tanggal invoice dan Tanggal Jatuh tempo
  • Nama dan alamat pelanggan
  • Perincian Invoice meliputi item dan harga
  • Tanda tangan Staf yang membuat dan menyetujui invoice tersebut

Kuitansi
Kuitansi adalah bukti penerimaan uang. Pada waktu melakukan penagihan menggunakan invoice, dan apabila sudah diterima pelunasan bisa dikeluarkan kuitansi sebagai bukti penerimaan uang. Beberapa travel agency menggunakan invoice sebagai bukti penagihan dan sekaligus sebagai bukti penerimaan uang, yaitu dengan cara memberikan copy invoice kepada langganan pada saat penagihan dan memberikan invoice asli (biasa warna putih) dan dicap lunas pada saat penerimaan uang.

Faktur Pajak
Faktur pajak adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pelaporan pajak. Berdasarkan invoice, dibuatkan faktur pajak untuk menunjukan jumlah PPn (Pajak Penambahan Nilai) yang akan dibayar dari invoice tersebut. Faktur Pajak memiliki nomor Faktur Pajak yang dikeluarkan oleh kantor pajak. Berdasarkan Faktur Pajak ini, setiap bulan dibuatkan Surat Pemberitahuan Masa PPn (SPT Masa PPN) yang menunjukan jumlah PPn yang akan dibayarkan pada bulan tertentu.

II. Plafon (Kredit Limit) dan term of payment (jangka waktu pelunasan)

Untuk penjualan secara kredit, ada 2 (dua) hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu kredit limit (plafon) dan jangka waktu pelunasan. Hal ini untuk melakukan kontrol agar kredit yang diberikan tidak melebihi dari plafon yang diberikan. Demikian juga mengenai jangka waktu penjualan perlu dicantumkan dalam invoice agar invoice dapat ditagih pada saat jatuh tempo.

III. Laporan Penjualan dan profit margin

Berdasarkan invoice, dapat dibuatkan berbagai laporan penjualan, seperti laporan penjualan menurut nomor invoice, langganan, produk, dan lainnya. Laporan ini dapat digunakan untuk analisa dan mengetahui hasil penjualan yang sudah dicapai dalam periode tertentu.

Kontrol transaksi penjualan melalui sistem komputerisasi

Dengan semakin bertambah banyak dan bervariasinya transaksi penjualan, maka kontrol transaksi penjualan menjadi hal yang semakin rumit dan memerlukan staf dan waktu yang banyak. Kontrol penjualan tersebut dilakukan secara manual hampir dapat dikatakan tidak memungkinkan. Travel Agency memerlukan sistem komputerisasi yang baik agar kontrol transaksi penjualan dapat dilakukan dengan mudah dan efisien. Dengan mudah, berarti sistem komputerisasi tersebut mudah dipelajari dan mudah digunakan dengan tidak mengurangi fungsi pengawasan. Dengan efisien berarti sistem komputerisasi tersebut bisa menghasilkan berbagai laporan secara otomatis, sehingga mengurangi waktu untuk membuat berbagai laporan secara manual. Apabila anda menyukai artikel ini harap like facebook kami.
Terima Kasih.

Check Also

TTC-23

TTC Travel Mart Invitation 23th

Kontrol keuangan Travel Agent Kontrol Keuangan atau pengawasan keuangan adalah salah satu hal yang penting …