Breaking News
Home » Berita » Prosedur Penerimaan Kas
Cash

Prosedur Penerimaan Kas

Prosedur penerimaan kas yang biasanya dilakukan oleh kasir adalah sebagai berikut:

1. Penerimaan Kas dari langganan
2. Pembuatan Voucher Penerimaan Kas
3. Penyetoran Kas Ke Bank
4. Pencatatan buku kas dan bank (Laporan mutasi kas dan bank)
5. Stok Opname Kas Harian

Penerimaan Kas dari langganan

Penerimaan kas dimulai pada saat langganan melakukan penyetoran kas ke kasir. Kasir mengeluarkan invoice (asli) dan invoice lembar ketiga (lembar kasir) untuk dicocokan dengan penerimaan kas. Apabila sudah sesuai, maka invoice asli dan invoice rangkap ketiga di cap lunas dan ditanda-tangani kasir. Invoice asli beserta dengan dokumen lain kemudian diberikan kepada langganan. Sedangkan invoice lembar ketiga akan di arsip bersama dengan Voucher Penerimaan Kas.

Pembuatan Voucher Penerimaan Kas

Voucher Penerimaan Kas merupakan dokumen yang digunakan oleh kasir sebagai bukti penerimaan kas. Voucher Penerimaan Kas dilampirkan dengan invoice (copy kasir), kemudian di arsip urut nomor Voucher Penerimaan Kas. (mengenai invoice lihat artikel mengenai pengawasan atau kontrol penjualan).

Voucher Penerimaan Kas biasanya memberikan informasi mengenai:
• Tanggal dan Voucher Penerimaan Kas
• Jenis Voucher Penerimaan Kas. Misalkan Penerimaan kas – Kecil, penerimaan kas – besar
• Perincian mengenai penerimaan kas, seperti nomor invoice, nama langganan dan jumlah penerimaan kas.
• Tanda-tangan kasir, tanda tangan yang memeriksa dan yang menyetujui.

Penyetoran Kas ke Bank

Setiap penerimaan uang kas sebaiknya di setor ke bank paling lambat besok pagi dengan jumlah yang sama. Penyetoran ke bank dilakukan dengan membuat Slip Setoran Bank. Slip setoran Bank beserta dengan uang kas disetor ke bank.

Berdasarkan Slip setoran bank yang sudah disetujui oleh bank, kasir membuat 2 (dua) Voucher, yaitu Voucher pengeluaran Kas untuk mencatat pengurangan saldo kas dan Voucher Penerimaan Bank untuk mencatat penambahan saldo bank. Voucher tersebut dilampirkan Slip Setoran Bank, kemudian diarsip urut nomor Voucher.

Pencatatan Buku Kas dan bank (Laporan mutasi kas dan bank)

Ada 2 (dua) tahap pembuatan pelaporan yang dilakukan kasir, yaitu:
1. Laporan pada saat Penerimaan Kas. Laporan ini dibuat berdasarkan Voucher Penerimaan Kas
2. Laporan pada saat penyetoran kas ke Bank. Ada 2 (dua) laporan yang dibuat, yaitu laporan pengeluaran kas berdasarkan Voucher Pengeluaran Kas (saldo kas berkurang) dan laporan penerimaan bank berdasarkan Voucher Penerimaan Bank (saldo bank bertambah).
3. Kasir memberikan tanda-tangan persetujuan di buku kas dan bank

Stok Opname Kas Harian

Stock Opname kas adalah pencocokan saldo fisik kas dengan saldo menurut laporan buku kas. Stock opname kas harian dilakukan agar apabila ada perbedaan antara saldo buku kas dengan saldo fisik dapat segera diketahui. Stok Opname Kas juga bisa dilakukan pada waktu tertentu oleh perusahaan dalam rangka melakukan prosedur audit (pemeriksaan) saldo kas.

Apabila anda menyukai artikel ini harap like facebook kami.
Terima kasih.

Check Also

TTC-23

TTC Travel Mart Invitation 23th

Kontrol keuangan Travel Agent Kontrol Keuangan atau pengawasan keuangan adalah salah satu hal yang penting …